Di sisi lain, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menekankan pentingnya peningkatan kompetensi personel fire and rescue yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi keadaan darurat.

Menurut Tri, IFRC harus menjadi ruang belajar, bertukar pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam operasional perusahaan.

"Tidak ada piala atau gelar juara yang lebih berharga daripada keselamatan setiap personel," kata Tri Winarno.

IFRC diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo).

Tahun ini PT Freeport Indonesia (PTFI) menjadi tuan rumah IFRC ke-8 tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Timika, Papua Tengah, pada 24--31 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya keselamatan serta kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.