"Harus siap. Karena memang waktunya cukup singkat. Tim-tim lain juga sudah persiapan jauh-jauh hari," ucapnya.

Kendati demikian, Eddy tidak melihat kondisi tersebut sebagai persoalan besar. Ia optimistis pengalaman jajaran pelatih PSGC bisa membantu tim mengejar ketertinggalan dalam persiapan.

"Saya yakin dengan adanya pelatih-pelatih di sini yang punya pengalaman, seperti Coach Eka, Coach Boy, dan Coach Heri. Saya yakin, mudah-mudahan," tuturnya.

Untuk sementara, Eddy akan fokus memoles tiga kiper yang sudah berada dalam skuad PSGC. Namun, ia berharap manajemen masih bisa menambah satu penjaga gawang lagi untuk melengkapi komposisi.

"Yang ada kita siapkan. Saya juga berharap satu lagi ada. Mudah-mudahan manajemen setuju," kata Eddy.

Ia juga mengaku belum mengetahui secara detail status kontrak maupun proses perekrutan para kiper yang sudah ada. Namun, bagi Eddy, siapa pun yang tersedia akan menjadi tanggung jawabnya untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi.

"Saya kemari kiper sudah ada. Jadi saya juga belum tahu sudah dikontrak atau belum. Tapi apa pun itu, saya harus terima dan harus siapkan," ujarnya.

Pengalaman Eddy bersama Timnas Indonesia menjadi salah satu modal penting yang dibawanya ke Ciamis. Ia mengungkapkan, kesempatan pertamanya masuk skuad Timnas terjadi pada 1983 ketika mengikuti SEA Games di Malaysia.