NADIKABAR.COM — Tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat dalam perjalanan dinas meninjau program cetak sawah. Pelaku sempat melakukan video call (VC) dengan keluarga salah satu korban.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya mendalami cuplikan video call yang beredar di media sosial. Dua anggota KKB yang melakukan video call dengan keluarga korban teridentifikasi berinisial PN dan KT.

"Setelah kami sandingkan dengan data yang kami miliki serta ciri-ciri yang ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT," kata Kombes Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

Dia menuturkan kedua pelaku melakukan video call dengan keluarga korban Wili Mbuik (24) dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Yusuf mengungkapkan bahwa PN dan KT masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait sejumlah aksi kriminal di Papua.

"PN dan KT diduga memiliki keterkaitan dengan sejumlah perkara kekerasan di Papua. Keduanya merupakan anggota kelompok kriminal bersenjata Kodap III Ndugama Pimpinan Egianus Kogoya dan masuk dalam daftar DPO kepolisian," bebernya.

Dalam video beredar, tampak anggota KKB video call dengan keluarga korban. KKB sempat menanyakan kepada keluarga korban apakah sudah makan atau belum. Selanjutnya KKB juga menanyakan apakah ingin menambah korban.

Sementara pihak keluarga korban menanyakan motif pelaku menembak korban. Namun KKB terlihat tertawa sambil menunjuk ke layar HP menanggapi pertanyaan keluarga korban.

Diketahui, ketiga pegawai Pemkab Jayawijaya tewas ditembak KKB di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Ketiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya itu terkena tembakan saat perjalanan dinas meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan mengamankan sejumlah selongsong peluru. Dari hasil penyelidikan pelaku penembakan diduga berjumlah delapan orang.

"Berdasarkan keterangan awal saksi, kelompok yang diduga melakukan penembakan tersebut berjumlah sekitar delapan orang," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Kamis (10/9).