Pola tersebut terlihat di berbagai kelompok demografis, baik pria maupun wanita, serta kelompok usia muda maupun tua. Beberapa orang tercatat buang gas jauh lebih sering dibandingkan peserta lainnya, sehingga nilai rata-rata menjadi setidaknya satu kali lebih tinggi daripada median.

Sebagian besar peserta sekitar 79,3 persen peserta, tercatat kentut tim redaksi 2-7 kali sehari.

Studi ini menunjukkan rata-rata frekuensi kentut per hari ternyata jauh lebih rendah dibandingkan hasil penelitian sebelumnya. Beberapa sumber menyebut seseorang dapat kentut 14-23 kali sehari.

Perbedaan ini sebagian dapat dijelaskan oleh metode penelitian di Australia. Peserta harus dalam kondisi terjaga untuk mencatat kentut mereka melalui aplikasi, sehingga kentut yang terjadi pada malam hari tidak tercatat.

Buang gas merupakan bagian normal dan penting dari fungsi tubuh. Namun, terlalu sering kentut dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Karena itu, para peneliti menekankan perlunya lebih banyak data dasar mengenai seperti apa pola kentut yang sebenarnya masih tergolong normal.