Menurutnya, karakteristik lahan gambut di Gemala Sari yang memiliki kedalaman tiga hingga empat meter bukanlah hal mudah untuk ditaklukkan. Api tak hanya membakar permukaan, tapi sampai ke dalam gambut.
Petugas harus menembakkan air ke dalam lahan hingga bekas bakaran menjadi bubur. Setelah api padam, baru nozel bertekanan tinggi bergeser ke titik lain.
Situasi pelik inilah yang mendorong AKBP Gede Adi memilih terus menetap di area terdampak karhutla. Ia terus membersamai tim gabungan melakukan pemadaman dan membuka akses ke lokasi pemadaman.
Kapolres tak sekadar memberi instruksi, melainkan ikut menyisir medan, mengatur pergerakan personel, dan memastikan setiap jangkauan api yang sulit diakses tetap tersentuh upaya pemadaman.
Pola kerja tim di lapangan berlangsung sangat menguras fisik dengan durasi istirahat yang minim. Usai berjibaku memadamkan api hingga pukul 02.00 WIB, para petugas hanya bisa beristirahat beberapa jam saja.