"Memasuki hari ke enam ini kami masih melakukan pemadaman di lahan hingga luasan 87 hektare. Jadi kami memang harus bergerak cepat memotong kepala api mencegah rambatan," kata Gede.
Hingga Selasa sore, pemantauan wilayah menunjukkan masih tersisa satu titik api (fire spot) berintensitas medium di lokasi tersebut. Tim terus mengejar sumber api di lahan semak belukar tersebut.
"Meski cuaca dilaporkan cerah dan tidak ada titik panas (hotspot) lain yang terdeteksi, tim gabungan menolak kendor dan tetap siaga penuh di kawasan koordinat terdampak," tegasnya.
Upaya ini terus dilakukan secara sinergis oleh jajaran Polres Kepulauan Meranti, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, BPBD, perwakilan perusahaan seperti PT SRL, PT NSP hingga warga setempat.
"Kami akan terus fokus mengejar kepala api untuk pemadaman dan pendinginan," tegas Gede di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran lahan.