Bagi Faruk, komunikasi dua arah dengan komunitas ojol adalah kunci. Keberadaan mereka yang tersebar di berbagai titik strategis memungkinkan informasi mengenai kondisi lapangan sampai ke tangan petugas dalam waktu singkat.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kerja sama, khususnya di bidang partisipasi pengelolaan kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi," katanya.
Sejak fajar menyingsing hingga larut malam, para pengemudi ojol bersinggungan langsung dengan dinamika kota. Mulai dari titik kemacetan yang mengular, kecelakaan lalu lintas, hingga gerak-gerik mencurigakan yang berpotensi menjadi tindak pidana. Pengalaman di lapangan inilah yang ingin diwadahi oleh kepolisian agar tidak menguap begitu saja.
Polisi pun membekali mereka dengan keberanian untuk melapor. Jika menemukan kejadian yang memerlukan penanganan segera, para pengemudi diminta tidak ragu menghubungi pihak berwajib.
"Kami tentunya tetap mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Ketika melihat suatu kejadian yang berpotensi menjadi gangguan kamtibmas, kemacetan dan lain sebagainya, kami imbau untuk menggunakan layanan Call Center kami yaitu 110," jelas Faruk.