"Kalau setelah turnamen ada pemain yang kemudian masuk klub, mendapatkan kontrak, atau mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi, itu bagi kami adalah keberhasilan. Karena tujuan akhirnya adalah membuka jalan bagi anak-anak muda ini," ujarnya.

Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya potensi sepak bola akar rumput Indonesia. Dengan jumlah daerah dan komunitas sepak bola yang sangat luas, masih terdapat banyak pemain muda yang belum tersentuh sistem pencarian bakat secara optimal.

"Kehadiran Soekarno Cup menjadi salah satu upaya untuk mengisi ruang tersebut. Turnamen ini memberikan kesempatan kepada pemain dari berbagai latar belakang untuk tampil dalam kompetisi yang lebih terstruktur sekaligus memperbesar peluang mereka dilihat oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan pengembangan pemain," ujarnya.

Soekarno Cup 2026 diikuti oleh 16 provinsi dengan total 400 talenta muda terlibat di dalamnya. Turnamen ini telah digelar rutin sejak 2023 di Jakarta, berlanjut pada 2025 di Bali, dan 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan (Jawa Timur).