"Kita undang talent bartender dari luar untuk membawakan cocktail yang ada di bar mereka. Di hari itu yang kita jual adalah cocktail mereka," ungkap Director of Marketing Communication Indigo Bandung, Dina Novia saa ditemui dalam kesempatan yang sama.
Senada dengan Warren, Dina memaparkan bahwa dunia cocktail di Bandung belum terlalu familiar dibandingkan kopi dan kuliner rakyat. Perbedaan gaya hidup menjadi salah satu tantangan.
Ia membandingkannya dengan Jakarta yang memiliki kebiasaan after office untuk nongkrong dan melakukan pertemuan informal setelah jam kerja. Sesi kunjungan ke bar menjadi hal yang banyak dicari.
"Di Jakarta itu pulang kerja lanjut nongkrong itu sudah biasa dan itu bukan hanya dengan teman-teman, sering kali dengan partner bisnis. Kerjaan after office hour masih ada," jelasnya.
Sementara itu, ia mengatakan, Bandung masih sangat kuat dengan daya tarik kuliner. Wisatawan yang datang ke Kota Kembang pun umumnya mencari makanan dan pengalaman kuliner khas Bandung.
"Bandung itu yang banyak dikenal adalah makanan kulinernya. Kita mau nge-boost bahwa di Bandung juga banyak orang-orang kreatif di bidang peracikan cocktail," ungkap Dina.
Meski begitu, geliat baru mulai terlihat. Sejumlah bar di Bandung kini mulai aktif menggelar kegiatan dan bar take over. Warren menyebut beberapa bar seperti Biru dan Luigi sebagai bagian dari perkembangan tersebut.
"Makin sini terasanya di bar lain pun sudah mulai banyak membuat aktivitas. Ada beberapa bar yang sudah aktif ikut menggelar bar take-over" jelasnya.
Menurut Warren, kondisi tersebut menunjukkan para pelaku industri mulai melihat adanya peluang. Jika sebelumnya aktivitas dilakukan secara sendiri-sendiri, kini semakin banyak bar yang mulai berkolaborasi.
"Sekarang sudah mulai banyak yang melihat peluang, bahwa membuka market baru lewat berbagai aktivitas itu memungkinkan," paparnya.
Ke depan, ia mengatakan, Vinyl Bar Bandung berencana terus menghadirkan Satu Meja dengan mengundang lebih banyak ahli dari industri tersebut.
"Ke depanya akan selalu mengundang orang-orang yang memang expert d bar masing-masing. Untuk berbagi seperti apa pengalaman mereka dan bagaimana hal tersebut bisa diimplementasikan di Bandung," tutup Warren.