Dia menyebut Taman Budaya sebagai infrastruktur kebudayaan yang hidup, yang dapat menghadirkan ruang produksi pengetahuan dan regenerasi talenta serta menggerakkan ekosistem kebudayaan.

Selain itu, menurut dia, Taman Budaya menjalankan fungsi sebagai pengikat kohesi bangsa, sumber jati diri, penggerak pertumbuhan, serta sarana diplomasi.

Temu Karya Taman Budaya XXV mencakup Suluh Sumurup Art Festival, yang menampilkan karya para perupa penyandang disabilitas.