"Sebetulnya puteran balik ada di depan sana, dekat juga padahal. Cuma ya begitu, orang mah kalau ada yang lebih dekat main terabas aja," ungkapnya.
Kebiasaan itu, lanjut Subandi, membuat kondisi tanaman di area taman menjadi rusak. Bahkan, di sejumlah bagian sudah tidak terlihat tanaman karena kerap dilintasi sepeda motor.
"Kalau dilihat ya pasti ada (yang rusak). Rumputnya jadi rusak. Makanya di situ sampai nggak ada tanamannya lagi kan, karena sering diinjek-injek kali begitu," tuturnya.
Subandi mengatakan sejauh ini dirinya belum mengetahui adanya kecelakaan akibat pemotor menerobos taman tersebut. Namun, dia menilai kondisi itu tetap berisiko, terlebih kendaraan yang melintas di sekitar lokasi cukup ramai.
"Untungnya sih kagak ada (yang celaka). Cuma kalau warga sini mah sudah dibilangin jangan lewat situ. Ngeri kalau kendaraan lagi pada kencang," ujarnya.
Dia berharap akses menuju taman tersebut dapat ditutup atau diberi pembatas agar tidak kembali digunakan sebagai jalur motor.