"Mungkin harus dibuat pembatas atau ditutup sekalian. Kalau cuma ditanami atau dibatasi rumput, biasanya tetap dicari celah. Harus ada pembatas yang jelas supaya motor nggak bisa naik ke taman," ucapnya.

"Sayang juga tanaman bagus malah rusak. Orang sini mah pada nggak bisa dibilangin," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Wawan (37), warga yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban di sekitar lokasi. Dia mengatakan pemotor cukup sering melintasi area taman, terutama ketika kondisi jalan utama sedang padat.

"Lumayan sering. Apalagi kalau kondisi jalan lagi padat. Mereka kan cari jalan paling cepat buat balik arah," kata Wawan.

Dia juga mengaku pernah melihat pengendara hampir bersenggolan ketika sama-sama hendak keluar dari area taman.

"Pernah ada yang hampir bersenggolan. Karena dari dua arah sama-sama mau keluar dari area taman. Untungnya nggak sampai jatuh," katanya.