Adapun penanganan permanen kini berlangsung sejak 9 Oktober 2026 dan ditargetkan selesai sebelum masa kontrak berakhir pada Desember.
"Pembangunan sayap bendung dan perbaikan saluran diharapkan mampu mengarahkan aliran air sekaligus menjaga agar distribusi pengairan kembali optimal," kata Arif.
Arif mengatakan kepastian pasokan air tersebut menjadi harapan petani agar dapat melanjutkan musim tanam tanpa terus bergantung pada bendungan darurat. Pemulihan akses warga juga berjalan di Jalan Tandang Mulia Harahap, Kompleks Sidimpuan Baru, Kelurahan Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Rehabilitasi senilai Rp1,96 miliar tersebut mencakup sekitar 1.300 meter jalan yang tersebar di 14 titik, dengan pekerjaan lapisan fondasi dan pengaspalan hotmix. Pekerjaan tersebut dimulai pada awal Oktober dan ditargetkan selesai pada 12 Desember 2026.
"Pekerjaan tersebut merupakan satu dari delapan lokasi penanganan infrastruktur di bawah Bidang Bina Marga yang didukung tambahan TKD, dengan total anggaran sekitar Rp7 miliar. Meski hujan menjadi kendala mobilisasi material, pelaksanaan tetap diarahkan untuk memenuhi jadwal penyelesaian," papar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kota Padangsidimpuan Addi Mawardi Harahap.