"Imanuel memanfaatkan kain sarung yang disambung untuk melewati tembok pembatas tim redaksi pos dan berhasil kabur," kata Sumarwoto Hendra Budiman kepada wartawan, Selasa (25/8/2026).

Sumarwoto mengungkapkan warga binaan kasus pembunuhan ini kabur dengan memanfaatkan penerangan yang minim akibat gangguan listrik. Selain itu juga memanfaatkan keterbatasan personel.

"Selain listrik, terdapat juga kosongnya Pos Menara Atas 2 karena keterbatasan personel, sehingga pengawasan di area perimeter tidak optimal," jelasnya.

Setelah mengetahui warga binaan itu kabur, pihaknya lalu mengaktifkan prosedur darurat. Petugas Lapas bergerak melakukan pengejaran.