Adam mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kejadian tersebut menyebabkan dua rumah berisi sembilan jiwa mengalami kerusakan.
"Korban terdampak hasil kaji cepat yaitu Dua unit rumah rusak berisi sembilan jiwa," imbuhnya.
Sementara itu, dua fasilitas umum berupa musala dan majelis mengalami kerusakan berat. Dia mengatakan tanah bergerak bisa kembali terjadi apabila kondisi hujan turun.
"Tanah masih bergerak terlebih saat kondisi hujan turun. Tim sudah menghimbau agar warga terdampak lebih berhati-hati di saat kondisi turun hujan," tuturnya.
Tanah bergerak di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat pernah terjadi pada Kamis, 16 April 2026. Total tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan.