Selain penanaman pohon, Taj Yasin juga berpesan agar momentum kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan). Gerakan tersebut mendorong setiap rumah memiliki sumur resapan sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan air tanah dan meningkatkan daya serap air hujan.

Ia menyebut penerapan gerakan tersebut telah dilakukan di wilayah Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Hasilnya pun mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Menurut Taj Yasin, pengalaman tersebut perlu disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya konservasi air melalui langkah sederhana di lingkungan masing-masing.

Ia berharap kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan relawan lingkungan di Gedongsongo ini juga dapat menjadi ruang untuk mengomunikasikan sekaligus menyosialisasikan gerakan tersebut kepada masyarakat luas.

Sementara itu, Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Jawa Tengah, Arifin mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari berbagai komunitas, pelajar, mahasiswa, dan relawan penggiat alam.