Tanda ini merujuk pada maraknya kesaksian palsu di pintu-pintu pengadilan, khususnya terkait orang-orang yang telah memperjualbelikan kesaksian palsu dengan harga murah.
إِذَا رَأَيْتَ شُحًا مُطَاعًا وَهَوَى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي
رَأْيِ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ يَعْنِي بِنَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ الْعَوَامَ.
Artinya: "Apabila kamu melihat kikir telah dipatuhi, hawa nafsu telah diperturutkan, dan setiap orang yang berpendapat mengagumi pendapatnya sendiri, maka berpeganglah kamu pada pendirianmu, jangan pedulikan penilaian masyarakat umum." (HR. Dawud)
Rasulullah SAW memperingatkan umatnya untuk senantiasa teguh pada pendirian ketika hawa nafsu banyak dituruti, karena ini adalah salah satu tanda-tanda hari akhir.
إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيَفْشُوَ الزِّنَا وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَذْهَبَ الرِّجَالُ وَتَبْقَى النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً قَيِّمٌ وَاحِدٌ.
Artinya: "Sesungguhnya di tim redaksi tanda-tanda Hari Kiamat ialah, dicabutnya ilmu, merajalelanya kebodohan, tersebarnya perzinaan, diminumnya khamer, hilangnya kaum laki-laki, dan bertambahnya kaum wanita, sehingga ada seorang lelaki menanggung lima puluh wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)
Disebutkan bahwa berkurangnya jumlah populasi laki-laki yang membuat jumlah perempuan melebihinya merupakan salah satu tanda-tanda hari Kiamat yang ditegaskan oleh Rasulullah SAW.