NADIKABAR.COM — Tanggal 10 September 2026 jatuh pada hari Kamis dalam kalender Masehi. Terdapat sejumlah momen penting yang diperingati di tanggal ini.

Salah satunya adalah Hari Ulang tahun (HUT) TNI Angkatan Laut (AL) di Indonesia. Selain itu, ada juga Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia yang diperingati secara global.

Mengetahui hari peringatan pada tanggal ini tentunya bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa di baliknya. Hal ini bisa menjadi pengingat bagi semua untuk terus menghormati sejarah, menjaga kedamaian, serta meningkatkan kesadaran sosial.

Nah, berikut daftar hari penting dan menarik yang diperingati pada 10 September 2026. Yuk simak selengkapnya!

Hari Ulang Tahun TNI Angkatan Laut diperingati setiap tanggal 10 September. Hari ini mengenang pertama kali didirikannya angkatan laut Indonesia.

Dirangkum dari laman resmi TNI AL, angkatan laut Indonesia didirikan pada 10 September 1945 dengan nama Badan Kemanan Rakyat Laut (BKR Laut). Salah satu pendorong terbentuknya BKR Laut adalah masih adanya potensi yang memungkinkan organisasi tersebut menjalankan fungsi angkatan laut, seperti keberadaan kapal dan pangkalan. Kondisi tersebut menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kekuatan laut, meskipun pada saat itu angkatan bersenjata Indonesia belum terbentuk secara utuh.

Seiring pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR), BKR Laut kemudian berubah menjadi TKR Laut. Dalam perkembangannya, TKR Laut berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) Laut dan selanjutnya menjadi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI).

Pada masa perang kemerdekaan, ALRI aktif menyebarkan berita Proklamasi, melakukan operasi lintas laut, mengangkut pasukan dan logistik, serta menghadapi blokade Belanda meski dengan sarana yang terbatas. Pada periode ini, ALRI juga mulai membangun organisasi dan kekuatan pendukung, termasuk Corps Armada, Corps Marinier, serta lembaga pendidikan. Kondisi perang menyebabkan sejumlah kapal dan pangkalan mengalami kerusakan atau kehancuran.

Pasca Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949, ALRI memasuki fase konsolidasi dan pembangunan kekuatan. Sejumlah kapal perang Belanda kemudian menjadi bagian dari kekuatan ALRI. Organisasi juga diperkuat melalui pembentukan armada, korps marinir, penerbangan laut, dan komando daerah maritim.

Memasuki dekade 1960-an, ALRI berkembang pesat dengan masuknya persenjataan modern dari Uni Soviet, termasuk kapal selam, kapal perang permukaan, dan pesawat udara. Kekuatan tersebut mendukung pelaksanaan Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat. Dalam rangkaian operasi tersebut, terjadi Pertempuran Laut Aru yang menewaskan Komodor Yos Sudarso. ALRI juga berperan dalam Operasi Dwikora dalam rangka konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Memasuki masa Orde Baru, ALRI mengalami penataan organisasi seiring integrasi kekuatan bersenjata ke dalam ABRI. Nama ALRI kemudian berubah menjadi TNI Angkatan Laut (TNI AL). Pada periode berikutnya, TNI AL berperan dalam berbagai operasi militer, termasuk Operasi Seroja di Timor Timur. Modernisasi alutsista juga terus dilakukan, dengan penggunaan teknologi dan persenjataan dari negara-negara Barat yang semakin besar.

Selain menjalankan tugas pertahanan dan keamanan, TNI AL turut berperan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Peran tersebut tim redaksi lain diwujudkan melalui Operasi Surya Bhaskara Jaya, pembangunan masyarakat pesisir, serta berbagai kegiatan kemaritiman.

Memasuki dekade 1990-an hingga era Reformasi, TNI AL terus memperkuat dan menata organisasinya. Penambahan kapal perang dan alutsista, reorganisasi armada, serta pengembangan Korps Marinir menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan laut yang lebih modern. Pembenahan tersebut terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan TNI AL dalam menjalankan tugas pertahanan, keamanan, penegakan hukum di laut, serta mendukung pembangunan maritim nasional.