Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia atau World Suicide Prevention Day diperingati setiap 10 September secara global. Hari peringatan ini diselenggarakan oleh International Association for Suicide Prevention bekerja sama dengan World Health Organization (WHO).

Melansir laman WHO, tema yang diusung dalam peringatan periode 2024-2026 adalah "Changing the Narrative on Suicide" yang artinya "Mengubah Narasi tentang Bunuh Diri". Fokus tema ini tentang beralih dari budaya bungkam dan rasa malu menuju pemahaman dan dukungan.

Tema tersebut mendorong seluruh elemen masyarakat dunia, mulai individu, komunitas, institusi, hingga pemerintah untuk melakukan diskusi terbuka dan jujur tentang bunuh diri dan perilaku bunuh diri.

Diperkirakan 208.000 jiwa yang hilang setiap tahunnya. Bunuh diri bahkan kini menjadi masalah besar di kawasan Asia Tenggara dengan menjadi salah satu penyebab kematian utama, yang memengaruhi orang-orang dari segala usia, jenis kelamin, dan latar belakang.

Dengan mematahkan stigma seputar kesehatan mental dan bunuh diri, diharapkan dapat tercipta budaya di mana orang merasa aman untuk mencari bantuan. Sangat penting untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang merasa sendirian, dan bahwa setiap orang tahu sistem dukungan dan intervensi tersedia.

Bunuh diri dapat dicegah, tetapi upaya pencegahannya bukanlah hal yang mudah. Hal ini membutuhkan upaya kolektif, kesadaran, dan komitmen untuk menumbuhkan harapan, penyembuhan, dan koneksi.

Lebih dari sekadar menanggapi krisis individu, upaya ini tentang membangun komunitas yang kuat dan inklusif di mana orang merasa terhubung, dihargai, dan didukung. Bahkan tindakan kebaikan kecil, percakapan jujur, atau sekadar hadir untuk seseorang dapat membuat perbedaan yang mendalam.

Hari "Are You Okay?" atau Are You Okay Day diperingati setiap Kamis kedua bulan September di Australia. Tahun ini jatuh pada 10 September 2026.

Peringatan ini mengajak masyarakat Australia untuk menanyakan kabar teman, keluarga, dan rekan kerja. Hari ini mengingatkan setiap orang untuk bertanya, mendengarkan, mendorong seseorang mengambil langkah untuk mengatasi masalahnya, kemudian kembali menanyakan kabarnya.

Melansir laman National Today, peringatan ini muncul ditarabelakangi oleh insiden Barry Larkin yang meninggal karena bunuh diri pada 1995. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan teman-temannya, serta berbagai pertanyaan yang belum terjawab.

Pada 2009, putranya, Gavin Larkin, memilih melakukan sesuatu untuk mengenang kematian sang ayah sekaligus mencegah lebih banyak kasus bunuh diri.

Gavin mengusung satu pertanyaan sederhana untuk menghormati ayahnya dan mencegah terjadinya lebih banyak bunuh diri, yakni "Are you okay?" yang artinya "Apakah kamu baik-baik saja?". Bersama beberapa temannya, Gavin kemudian mengubah pertanyaan tersebut menjadi sebuah kampanye nasional. Dari gagasan tersebut, didukung keahlian dan kepedulian mereka, lahirlah R U OK?