Sejarah cokelat dapat ditelusuri hingga sekitar 450 SM dan berasal dari Mesoamerika, yang kini menjadi wilayah Meksiko. Kata "cokelat" berasal dari kata dalam bahasa Nahuatl, "chocolatl", yang berarti "air panas", serta kata dalam bahasa Aztek, "xocoatl", yang berarti "air pahit".
Sekitar 4.000 tahun lalu, suku Olmek mulai mengolah biji kakao menjadi cokelat. Saat itu, cokelat digunakan sebagai obat dan bagian dari ritual adat. Berabad-abad kemudian, cokelat masuk ke dalam kebudayaan Maya dan dikonsumsi sebagai minuman serta digunakan dalam penyelesaian transaksi penting.
Biji kakao pernah dianggap sangat berharga hingga digunakan sebagai alat pembayaran oleh suku Aztek. Mereka meyakini biji kakao merupakan pemberian para dewa. Khasiatnya juga begitu dihormati sehingga masyarakat pribumi meminum cokelat sebelum pergi berperang.
Menurut legenda, cokelat dibawa ke Spanyol pada abad ke-16 oleh HernΓ‘n CortΓ©s, penjelajah asal Spanyol yang mengenal kakao dalam perjalanannya ke Amerika. Dari Spanyol, cokelat kemudian menyebar ke berbagai wilayah Eropa.
Proses pembuatan cokelat yang membutuhkan waktu lama membuatnya menjadi makanan mewah yang hanya dapat dinikmati kalangan atas. Namun, kondisi tersebut berubah pada 1828 setelah ahli kimia asal Belanda bernama Van Houten menemukan mesin pengepres cokelat. Mesin tersebut dapat memeras biji kakao yang telah dipanggang untuk menghasilkan bubuk kakao halus sebagai bahan pembuatan cokelat. Penemuan ini membuat cokelat lebih mudah diakses masyarakat luas sekaligus memungkinkan produksi dalam skala besar.
Memasuki abad ke-20, cokelat terus dinikmati masyarakat di berbagai belahan dunia dengan beragam rasa dan bentuk. Saat ini, kakao ditanam dan diekspor oleh lebih dari 50 negara dengan produksi mencapai lebih dari 4,7 juta ton per tahun.
Pada skala nasional terdapat peringatan Hari Kakek dan Nenek di Amerika Serikat. Hari ini diperingati setiap hari Minggu pertama setelah Hari Buruh (Labor Day) di Amerika Serikat, tahun ini jatuh pada 13 September 2026.
Peringatan ini menjadi momen khusus untuk menghargai peran berharga kakek dan nenek dalam kehidupan keluarga. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk menikmati kebijaksanaan mereka, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan bersama. Perayaan dapat dilakukan dengan mengadakan acara keluarga, mengirimkan hadiah, atau sekadar menelepon untuk mengungkapkan rasa sayang.
Sejarah Hari Kakek dan Nenek ini bermula pada tahun 1969, ketika seorang anak berusia sembilan tahun bernama Russell Capper mengirim surat kepada Presiden Amerika Serikat Richard Nixon. Dalam surat tersebut, ia mengusulkan agar ditetapkan satu hari khusus untuk merayakan kakek dan nenek.
Pada 12 Juni 1969, Capper menerima balasan dari Rose Mary Woods, sekretaris pribadi Presiden Nixon. Dalam surat tersebut, Woods menyampaikan bahwa usulan Capper mengenai Hari Kakek dan Nenek sangat dihargai. Namun, presiden hanya dapat menetapkan peringatan khusus melalui proklamasi apabila telah mendapat persetujuan dari Kongres.
Setelah surat tersebut, Marian McQuade kemudian mendapat pengakuan nasional dari Senat Amerika Serikat dan Presiden Jimmy Carter sebagai pendiri National Grandparents Day. McQuade ingin mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya keberadaan para lansia serta kontribusi yang telah mereka berikan sepanjang sejarah.