Melansir laman National Today, berdasarkan sejarah San Marino, Santo Marinus mendirikan tempat perlindungan bagi umat Kristen di Gunung Titano, yang kini berada di wilayah San Marino. Republik San Marino merupakan negara terkurung daratan di Eropa Selatan yang berbatasan dengan Italia di sebelah utara serta dikelilingi Pegunungan Apennini San Marino dan Laut Mediterania.
Negara tersebut memiliki luas sekitar 380 mil persegi atau sekitar 984 kilometer persegi dan dihuni sekitar 32.000 penduduk.
Pada 17 Oktober 1739, Kardinal Giulio Alberoni, utusan Ravenna, menduduki negara tersebut. Namun, kemerdekaan San Marino dipulihkan oleh Paus Klemens XII pada 5 Februari 1740, bertepatan dengan hari perayaan Santa Agatha. Sejak saat itu, Santa Agatha menjadi salah satu santo pelindung republik tersebut.
Pada 1915, San Marino menyatakan diri netral dalam Perang Dunia I. Keputusan ini tidak diterima dengan baik oleh Italia, yang telah bergabung dengan pasukan Sekutu dan mencurigai bahwa mata-mata Austria dapat menggunakan republik tersebut sebagai basis operasi mereka.
Italia lantas berupaya memaksa satu detasemen Carabinieri masuk ke wilayah republik dan memutus saluran telepon San Marino ketika negara tersebut menolak mematuhi tuntutan mereka. Republik San Marino kemudian turut terlibat dalam pertempuran di front Italia selama Perang Dunia I dengan mengirimkan dua kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 sukarelawan.
Satu kelompok bertugas sebagai pasukan tempur, sementara kelompok lainnya mengoperasikan rumah sakit lapangan Palang Merah. Austria-Hongaria kemudian menangguhkan hubungan diplomatik dengan San Marino karena keberadaan rumah sakit tersebut.
Meskipun San Marino tidak secara resmi terlibat dalam Perang Dunia II, sebuah artikel di The New York Times secara keliru melaporkan bahwa negara tersebut menyatakan perang terhadap Inggris pada 17 September 1940. Pemerintah San Marino kemudian memberi tahu pihak Inggris bahwa mereka tidak pernah menyatakan perang terhadap negara tersebut.