"Bagaimanapun juga Kita sesama Aremania, meskipun ini bukan milik organisasi. Tapi mau tidak mau secara normatif berbicara Aremania di Malang ataupun ke yang lainnya, pasti kita yang pertama kali sebagai organisasi dimintai keterangan," tegasnya.
Menurut Dandy, Aremania Utas sebagai organisasi berdiri sebagai penengah agar persoalan yang terjadi tidak merembet kepada hal-hal yang tak diinginkan.
"Kami ini di sini hanya sebagai penengah atau mediator supaya permasalahan ini tidak berlarut-larut ataupun menjadi permasalahan-permasalahan berikutnya, ataupun nanti ada tindakan-tindakan yang tidak diinginkan," tuturnya.
Aremania Utas pun meminta pihak panitia Malang Menyala ataupun MCF bertanggung jawab dan mempunyai itikad baik, termasuk menyampaikan permintaan maaf terbuka. Karena telah mengubah mural Malang The Glory Land dengan tulisan baru.
"Kami harap dari panitia yang tidak mengklarifikasi ini atau melakukan perbuatan sepihak ini agar ada klarifikasi kepada yang memiliki tulisan ini dan legawa meminta maaf ataupun bertanggung jawab," tegasnya.
"Baik pengecatan ulang ataupun apa yang diminta oleh rekan-rekan dari yang mempunyai tulisan ini supaya ada legowo. Tidak ada ganjalan lagi atau akan menjadi pemikiran yang negatif ataupun kurang baik," sambungnya.