Sementara pantauan NadiKabar pada Kamis sore, sejumlah orang dari panitia Malang Menyala serta MCF terlihat berjibaku menutup tulisan Malang Menyala Bersama dengan pengecatan ulang warna biru.
Proses penutupan tulisan dengan cat baru tersebut dipantau langsung oleh sejumlah pengurus Aremania Utas di lokasi.
Seperti diberitakan, gelombang kekecewaan melanda masyarakat dan suporter Aremania usai mural legendaris Malang The Glory Land di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, mendadak hilang ditimpa lukisan baru.
Karya yang menjadi ikon visual sejak 2016 itu kini berganti tulisan Malang Menyala Bersama untuk menyambut rangkaian Festival Mbois 11.
Kritikan atas timpahan mural Malang Menyala Bersama mengalir deras di media sosial. Penggantian mural Malang The Glory Land menjadi simbol komunitas suporter Malang ini pun menuai kecaman.