Polisi menegaskan penganiayaan sopir pikap pengangkut ayam di Jalan Kenyeri, Banjar Batubayan, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Badung, dipicu rasa kesal pelaku lantaran korban mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Sejumlah saksi mengatakan warga kesal pikap melaju kencang saat melewati lokasi yang sedang ada upacara.

"Awalnya ada informasi saksi yang menyebut pelaku minta ayam. Namun, setelah kami dalami, motif utamanya murni karena pelaku kesal korban kalau mengendarai kendaraan tidak pernah pelan," ujar Komang.

Insiden penganiayaan ini bermula saat korban NP bersama tiga rekannya diserang oleh lima pelaku pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 01.50 Wita. Pengeroyokan yang terjadi di area kandang ayam tersebut sempat viral di media sosial sebelum akhirnya dilaporkan ke polisi.