"Kalau yang terdampak ada 10 rumah lah. Tapi yang rusak berat itu ada dua. Malah yang satu rumah permanen itu sampai bergeser sekitar 10 meter, yang satu lagi jebol," katanya.
Menurutnya adanya peristiwa itu berdampak pada sekitar 20 jiwa. Kemudian beberapa rumah yang terdampak saat ini memilih menginap di rumah saudara terdekat.
"Korban yang terutama yang rusak berat itu sekarang mengungsi di saudaranya," jelasnya.
Mamet mengaku saat ini tengah berkoordinasi terkait penanganan area sungai tersebut. Pasalnya area sungai tersebut merupakan kewenangan dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat.
"Iya tadi sudah datang langsung melakukan asesmen untuk penanganan selanjutnya. Itu rencananya akan dipasang bronjong dulu, nanti akan kemudian menerjunkan alat berat untuk penanganan irigasi itu," bebernya.
Dia mengimbau warga sekitar untuk menjaga keamanan apalagi memasuki musim penghujan setelah musim kemarau. Menurutnya dalam kondisi tersebut kerao terjadi longsor pada area selokan atau sungai.
"Karena awalnya kan kering, nah sekarang airnya besar, akhirnya ada retakan, jebol. Kita begitu juga berkoordinasi dengan BPBD dan Disperkimtan Kabupaten Bandung," kata Mamet.