Namun, Endor mengaku kini kesulitan mendapatkan penumpang. Menurutnya, keberadaan moda transportasi lain, seperti ojek online, serta semakin banyaknya masyarakat yang memiliki sepeda motor membuat peminat becak berkurang.
"Sekarang kondisnya banyak ojeg online, terus pada punya motor sendiri. Jadi jarang yang naik becak. Tapi semoga dengan adanya kendaraan becak listrik ini bisa menarik penumpang untuk bisa naik becak lagi," jelasnya.
Dalam kesehariannya, Endor mengaku terkadang hanya mendapatkan satu penumpang dalam sehari. Jarak yang ditempuh pun biasanya tidak jauh.
"Bukan menampikan rezeki yah, sekarang kondisinya ya memang tidak mendapatkan satu narik-narik dalam sehari itu. Dari adanya juga, sekali narik paling 10 ribu atau 20 ribu. Jadi kalau diomongin mah sedih," kata Endor sambil menitikkan air mata.
Endor mengatakan becak yang selama ini digunakannya merupakan milik pribadi. Menurutnya, kondisi pendapatannya saat ini akan membuatnya kesulitan jika harus menyewa becak dan mengejar setoran kepada pemilik.
"Becaknya alhamdulillah dulu mah punya sendiri. Jadi tidak setoran, kalau sengaja nyewa mah wah susah juga dalam kondisi gini mah. Kalau dapet orderan, ya alhamdulillah. Kalau enggak, kan giman bayar sewanya," kata Endor.
"Jadi sehari-hari mah kadang dapet orderan, kadang enggak. Tapi da gimana lagi, ngebecak mah harus, da dapet uang dari mana lagi selain ngebecak," tambahnya.
Penyerahan becak listrik dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Sebanyak 260 becak listrik diberikan kepada pengayuh becak di Kabupaten Bandung.
"Terima kasih pada Pak Presiden Prabowo Subianto atas nama rakyat Kabupaten Bandung, terutama penerima manfaat becak listrik untuk 260 penerima manfaat," ucap Dadang.