NADIKABAR.COM — Tangis haru suster Fransiska Dinda Nova Parera pecah saat menyambut kedatangan tim telawan medis dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di Kabupaten Mangarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Suster Dinda terharu saat tim relawan UMI datang membawa bantuan ke lokasi pengungsian di Desa Ranaka, Kecamatan Waeri'i, Kabupaten Manggarai.

Pengungsian di Desa Ranaka dihuni sekitar 2.000 jiwa atau 500 KK pascagempa magnitudo 7,7 yang memicu trauma warga. Keterbatasan tempat tinggal darurat membuat Suster Dinda harus berbagi tempat dalam kondisi yang sangat berdesakan bersama puluhan warga lainnya.

"Kami dalam satu tenda ada enam keluarga dan ada bayi. Dua puluh dua jiwa, dan ada satu bayi tiga bulan," ungkap Suster Dinda saat ditemui di lokasi pengungsian Desa Ranaka, Rabu (26/8/2026).

Kondisi tersebut memicu simpati mendalam dari tim relawan UMI yang turun langsung menyerahkan bantuan ke lokasi. Mereka mendistribusikan tenda tambahan beserta kebutuhan spesifik balita guna mengurai kepadatan di tenda pengungsian.