Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltara Agus Taufik mengatakan hal yang sama bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi dan sinergi TPID Kota Tarakan dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan.
βProgram Belimpun Taka Tagas ini dikembangkan untuk menjawab karakteristik dan tantangan struktural Kota Tarakan sebagai wilayah kepulauan dengan keterbatasan lahan pertanian, sementara kebutuhan pangan terus meningkat dan pasokan sejumlah komoditas strategis masih menghadapi risiko gejolak (volatilitas) harga,β katanya.
Nama Belimpun Taka Tagas, jelasnya, berasal dari bahasa lokal Tana Tidung yang bermakna βbersatu kita kuatβ, sekaligus merepresentasikan semangat kolaborasi dalam pengendalian inflasi.
Keunggulan Belimpun Taka Tagas, kata Agus, terletak pada pendekatan pengendalian inflasi secara terintegrasi dari hulu hingga hilir yang difokuskan pada tiga inovasi utama, yaitu peningkatan produktivitas cabai melalui smart greenhouse berbasis smart farming, peningkatan produktivitas ikan bandeng melalui penggunaan pupuk alternatif probiotik, serta Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang didukung PELNI untuk meningkatkan efisiensi distribusi pangan.
Penguatan dari sisi hulu, lanjutnya, dilakukan melalui peningkatan produksi, pelatihan teknis, dan penelitian pupuk, sementara sisi hilir diperkuat melalui business matching hasil produksi dengan program prioritas nasional, serta onboarding Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai distributor pada marketplace.