“Implementasi program tersebut menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan ketersediaan pangan,” kata Agus Taufik.
Pemanfaatan smart greenhouse, kata dia, mampu mendorong peningkatan produktivitas mencapai 67 persen dibandingkan metode konvensional dan efisiensi penggunaan air hingga 30 persen.
Pada komoditas perikanan, inovasi budidaya mendorong peningkatan produksi ikan bandeng sebesar 13 persen dengan biaya produksi yang lebih rendah. Sementara itu, inovasi dari sisi KAD juga dilakukan dengan memanfaatkan moda kapal laut untuk menekan biaya distribusi pangan ke Kota Tarakan.
Program Belimpun Taka Tagas, sebutnya, juga berhasil memperkuat kemandirian pangan Kota Tarakan. Menurutnya penguatan produksi tersebut turut mendukung stabilisasi harga, peningkatan pendapatan petani dan nelayan, serta secara bertahap mengurangi ketergantungan Kota Tarakan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
“Keberhasilan Kota Tarakan meraih TPID Award 2026 menunjukkan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui intervensi jangka pendek terhadap harga, tetapi juga melalui penguatan kapasitas produksi, inovasi teknologi, efisiensi distribusi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” katanya.