NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan tarif bus Transjakarta (TransJ) dan Transjabodetabek akan disesuaikan. Dia mengatakan tarif baru diberlakukan mulai 1 Januari 2027.
Hal itu disampaikan Pramono dalam sambutannya saat puncak acara Hari Perhubungan Nasional Tingkat Provinsi DKI Jakarta, di Balai Samudera, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (29/8/2026). Mulanya Pramono menyampaikan akan menambah golongan penerima subsidi transportasi dari 15 menjadi 21 golongan.
"Nanti per 1 Januari kami akan melakukan perluasan, dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tapi dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek," kata Pramono.
Pramono menuturkan saat ini tarif Transjakarta dan Transjabodetabek masih terbilang murah dibandingkan dengan transportasi lainnya di Jakarta dan daerah penyangga. Dia menyebut tarif bus TransJ sudah 20 tahun tidak mengalami kenaikan.
"Karena di Jakarta ini, dibandingkan dengan semua daerah yang ada di penyangga, di megapolitan Jakarta, tarifnya paling murah. Bahkan sudah 20 tahun tidak pernah ada penyesuaian tarif," tuturnya.
Pramono belum mengungkap berapa tarif baru yang nantinya akan diterapkan. Namun dia memastikan masyarakat yang masuk dalam 21 golongan yang ditentukan tetap gratis.
"Pada saatnya 1 Januari ada penyesuaian tarif. Tetapi yang jelas kepada 21 golongan masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan akan kami berikan tarif gratis kepada mereka," imbuhnya.
Namun, belum diketahui besaran tarif baru untuk bus TransJ. Sementara, tarif bus Transjabodetabek pada 1 September 2026 sudah dinaikkan menjadi Rp 15 ribu.