NADIKABAR.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan tarif bus Transjakarta (TransJ) dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. Para pengguna Transjakarta berharap tarif barunya nanti tidak melebihi Rp 5.000.
Salah satu pengguna, Alif, meminta agar kenaikan tarif maksimal berada di angka Rp 5.000 saja. Alif sendiri kerap menggunakan TransJ untuk transportasi pulang sekolah.
"Kalau saya Rp 3.500 tuh masih terbilang murah. Jadi kalau misalnya mau benar-benar dinaikin tuh ya paling-paling maksimal sih, minimal buat saya sebagai anak sekolah paling ya Rp 5.000 lah," kata Alif di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (4/10/2026).
Alif mengatakan kemungkinan akan berhenti naik TransJ jika nantinya tarif dinaikkan melebihi Rp 5.000. Selain itu, ia berharap fasilitas TransJ ditingkatkan seiring dengan rencana kenaikan tarif tersebut.
"Kalau naiknya di atas Rp 5.000 kayaknya saya mending jalan, dah. Saya mending jalan," ujarnya.
Sementara itu, pengguna TransJ lainnya, Eca, juga berharap kenaikan tarif tidak melebihi Rp 5.000. Ia sendiri rutin memanfaatkan layanan TransJ meski tidak setiap hari.