"Kami sudah lakukan pemeriksaan internal. Tidak kami tutupi dan melindungi apa pun kalau memang dugaan tindakan kekerasan itu terjadi," ujarnya.
Terkait memar pada tubuh korban, Andi mengatakan pihak kampus tidak dapat menyimpulkan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan dugaan kekerasan atau faktor lainnya.
"Ini bukan kewenangan sekolah yang menentukan, nanti mungkin pihak rumah sakit atau Polresta Banda Aceh yang bisa menjawab dugaan ini," katanya.
Andi mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian serta pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab kematian Rasya.
"Penyebab kematian secara medis masih menunggu hasil pemeriksaan dan visum dari pihak berwenang," ujarnya.
Ia menegaskan kegiatan yang bersifat kekerasan fisik tidak ditoleransi di lingkungan Poltekpel Malahayati.
"Kami juga tidak mentolerir adanya kekerasan apa pun. Kalau ada kekerasan langsung kami ambil tindakan," katanya.