Polresta Banda Aceh saat ini masih menyelidiki kematian Rasya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, Rasya mendatangi Poliklinik Poltekpel Malahayati pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 16.21 WIB dengan keluhan demam dan nyeri tenggorokan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah korban 131/74 mmHg, denyut nadi 104 kali per menit, dan suhu tubuh mencapai 39,7 derajat Celsius.
Korban kemudian mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke RSUDZA setelah muncul ruam kemerahan yang semakin banyak di tubuhnya.
Polisi telah berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA untuk melakukan pemeriksaan luar melalui visum et repertum serta CT scan terhadap jenazah.
Pemeriksaan tidak dilanjutkan dengan autopsi karena keluarga tidak memberikan izin. Kepolisian menyatakan penyebab pasti kematian Rasya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik.