Menurut Munjirin, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kampung Melayu. Anak muda dari sejumlah wilayah lain di Jakarta Timur juga bisa memanfaatkannya.
"Ini yang menggunakan di sini itu anak-anak muda dari Bali Mester, Kampung Melayu Seberang, Cipinang Besar Utara yang Basura, Cipinang Besar Selatan, Bidara Cina, dan sebagian wilayah Matraman," ujarnya.
Munjirin menyebut pengurus fasilitas olahraga tersebut juga melibatkan anak-anak muda yang sebelumnya memiliki kebiasaan tawuran. Mereka diberikan kepercayaan untuk mengelola fasilitas tersebut.
Adapun fasilitas olahraga tinju itu direncanakan beroperasi pada pagi hari pukul 08.00-11.00 WIB dan sore hingga malam hari pukul 16.00-21.00 WIB.
Sementara itu, Pramono mengatakan penyediaan ruang aktivitas bagi anak muda menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi tawuran. Pramono juga menyetujui rencana pengembangan liga sepak bola jalanan atau liga aspal di wilayah Jakarta lainnya.