NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat angka tawuran di Kampung Melayu, Jakarta Timur, menurun dari 132 menjadi 20 kasus pada 2026, seiring pemanfaatan sasana tinju sebagai sarana pembinaan dan penyaluran energi anak muda.
"Tahun 2026, sampai dengan bulan Oktober ini, tawurannya hanya 20 kali, jadi turun 110 kali tawuran," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Halte Bendungan Hilir PAM JAYA Jakarta, Minggu.
Dia pun mengapresiasi PAM JAYA yang telah berkontribusi melalui tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah kegiatan olahraga di ibu kota, di antaranya lari, tinju dan liga aspal.
Kontribusi sosial tersebut dinilai mampu menjawab tantangan dengan menjangkau segmentasi warga Jakarta yang beragam.