"Ini tim redaksi anak-anak muda yang biasanya nongkrong dan menggunakan kendaraan. Begitu ada yang terpancing terjadilah tim redaksi mereka saling melakukan penyerangan," jelasnya.

Tawuran juga terjadi antarkelompok pemuda dan kelompok diduga geng motor di depan Pasar Senggol, Makassar. Aksi saling serang menggunakan busur, batu, dan petasan berlangsung di jalanan raya.

Keributan tersebut terjadi di Jalan Opu Daeng Siradju, Kecamatan Mariso, pada Minggu (30/8). Pihak Polrestabes Makassar bersama Polsek Mariso yang mendatangi lokasi kemudian mengamankan lokasi.

"Benar, anggota Polrestabes Makassar bersama Polsek Mariso telah mendatangi lokasi dan mengamankan situasi setelah terjadi keributan antarkelompok pemuda dengan kelompok pengendara motor," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jaffar kepada wartawan, pada Minggu (30/8).

Berdasarkan keterangan saksi, keributan bermula saat kelompok pengendara motor datang dari arah Jalan Kakatua menuju Jalan Opu Daeng Risadju. Kelompok tersebut kemudian berhenti di depan SPBU sebelum bergerak ke area Pasar Senggol.

"Kelompok pengendara motor sekitar 50 unit berboncengan datang dari arah Jalan Kakatua sempat singgah di depan SPBU kemudian menuju Pasar Senggol," kata Jaffar.

Kelompok pengendara motor itu kemudian diduga melakukan penyerangan menggunakan petasan dan anak panah atau busur. Pemuda Pasar Senggol lalu melakukan perlawanan hingga kelompok tersebut terdorong keluar menuju Jalan Opu Daeng Risadju.

"Pemuda Pasar Senggol melakukan perlawanan dan memukul mundur para pelaku. Mereka saling melempar batu, petasan, dan anak panah," jelas Jaffar.