NADIKABAR.COM β€” Komunitas Lab Teater Ciputat membawa cerita rakyat Sumatera Barat berjudul "Malin Kundang Lirih" ke Teater M, Distrik Gangnam, Seoul pada Sabtu (31/10), serta dilanjutkan pementasan khusus bersama Seoul Factory for the Performing Arts di Teater Haddangse, Seoul, Selasa (3/11).

Produser Wulan Pusposari mengatakan partisipasi dalam festival di Seoul, Korea Selatan itu melanjutkan prototipe program pembibitan, presentasi, dan kolaborasi untuk distribusi karya seni sebelumnya di Indonesia.

"Partisipasi dalam PADAF merupakan bentuk prototipe terkait program Dapur LTC sebagai pembibitan, BUDAmFEST sebagai presentasi, kolaborasi bersama PADAF sebagai distribusi karya tersebut," kata produser "Malin Kundang Lirih", Wulan Pusposari dalam siaran pers Lab Teater Ciputat di Jakarta, Minggu.

Pertunjukan "Malin Kundang Lirih" di PADAF 2026 meraih penghargaan β€œSpecial Jury Award” dari dewan juri.

Karya tersebut memotret realitas dan pengalaman pada sisi antropologi laki-laki Minangkabau dalam tradisi merantau, termasuk persoalan harga diri, kegagalan, rasa malu, dan kerinduan terhadap ibu serta kampung halaman.

Wulan mengatakan pementasan di Korea Selatan itu mendapat andil dari Direktur Seoul Factory for the Performing Arts sekaligus Ko-Direktur Artistik PADAF, Hyoung-taek Limb.

Setelah Hyoung-taek Limb menyaksikan pementasan "Malin Kundang Lirih" di ajang Buka Dapur Mini Festival (BUDAmFEST) Lab Teater Ciputat di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta pada 2025, dia sangat merekomendasikan karya tersebut untuk tampil di festival PADAF ke-16.

"Apresiasi Hyoung-taek Limb membuka peluang bagi hubungan kreatif yang lebih luas antara seniman Indonesia dan Korea. Selain pertunjukan, kemungkinan kerja sama lanjutan, seperti lokakarya dan kegiatan kolaboratif, turut menjadi bagian dari peluang pengembangan," kata Wulan.

Sebagai wujud kolaborasi, Hyoung Limb turut terlibat sebagai ko-sutradara pementasan "Malin Kundang Lirih" yang kedua pada (3/11), dengan melibatkan aktor Korea Selatan Choi Minhyeok sebagai penari (performer), Yoon Kyungro sebagai gitaris, dan penyanyi pansori Yu Juhyoun.

Partisipasi seniman Korea Selatan dalam pementasan "Malin Kundang Lirih" itu menjembatani seni pertunjukan Indonesia untuk berdialog dengan praktik seni dari latar budaya berbeda sekaligus membuka peluang jejaring dan kolaborasi di masa mendatang.

Playing Art and Doing Art Festival (PADAF) ke-16 sendiri merupakan ajang festival tahunan yang diselenggarakan sejak tahun 2010.

Festival itu berfokus pada pengembangan ruang bagi seniman internasional untuk mengeksplorasi bentuk artistik lintas disiplin di luar batas-batas genre.