NADIKABAR.COM — Pesantren Tebuireng, Jombang, melanjutkan solidaritas terhadap Palestina yang disebut telah dirintis pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari sejak masa perjuangan melalui kegiatan Muhadhoroh Ammah yang mempertemukan tokoh Palestina, ulama, dan masyarakat.
Ketua Umum PBNU sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dalam keterangannya di Jombang, Senin, mengatakan kehadiran tokoh-tokoh Palestina menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membuka ruang dialog mengenai kondisi Palestina dan persoalan kemanusiaan.
"Solidaritas untuk Palestina bukan hal baru bagi Tebuireng dan Nahdlatul Ulama. Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari telah meneladankannya sejak masa-masa awal perjuangan. Beliau memelopori pembacaan Qunut Nazilah secara konsisten untuk mendoakan keselamatan rakyat Palestina, sebuah tradisi spiritual dan solidaritas yang terus kita jaga hingga hari ini," katanya.
Kegiatan Muhadhoroh Ammah berlangsung di Pesantren Tebuireng pada Minggu (27/9) dengan menghadirkan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan Mahmoud S.A. Al-Habbash.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan para tokoh bersama Pengasuh Pesantren Tebuireng di Ndalem Kasepuhan, dilanjutkan dengan ziarah ke makam KH Hasyim Asy'ari serta sarasehan dan dialog bersama tokoh Palestina dan ulama.