Dia menjelaskan, MI Islamiah Geneng resmi tidak menerima MBG mulai Senin (14/9) hari ini. Adapun para santri di Ponpes, sejak beberapa bulan lalu sudah tidak menerima MBG. Sedangkan para santri yang bersekolah di luar Ponpes masih menerima MBG di sekolah masing-masing.

"Ini masih konfirmasi sama (santri) yang sekolah-sekolah di luar, seperti MTs Gunung Wijil, MA Ma'arif dan lainnya," ucap Maulana.

Maulana menerangkan, jumlah santri di Ponpes Istiqomah saat ini ada sekitar 150 orang. Sebagian santri ada yang menempuh pendidikan formal di sekolah-sekolah umum, sesuai jenjang pendidikannya. Seperti di MTs Gunung Wijil, MA Ma'arif, dan juga ada yang di SMA Sudirman. Ada pula yang masih di jenjang MI. Serta ada pula santri yang nonsekolah.

Ponpes Istiqomah, kata Maulana, awalnya sempat menerima program MBG. Namun sudah sejak beberapa bulan lalu mereka tidak menerima lagi.

Terpisah, Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, M Syawalludin, mengaku belum menerima laporan resmi terkait adanya Pondok Pesantren dan Sekolah MI yang menolak MBG. Namun, ia menyatakan bahwa pihak sekolah boleh menolak program tersebut.