NADIKABAR.COM — Media Rusia melaporkan pekan lalu bahwa hampir 200 orang yang diketahui pernah melakukan kontak dengan perempuan yang meninggal itu berada dalam pemantauan medis sebagai langkah pencegahan.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tengah "mencermati dengan sangat serius" kasus seorang teknisi laboratorium Rusia yang meninggal di sebuah pusat penelitian wabah pes di Siberia.

Ketika ditanya apa yang akan dilakukan Washington terkait risiko penyebaran wabah pes dari Rusia, Trump mengatakan dia belum membicarakan hal itu dengan Kremlin.

"Saya prihatin mereka mengalaminya," katanya, sebelum menambahkan: "Kami akan membantu. Siapa pun yang menghadapi masalah seperti itu, kami akan selalu membantu."

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Washington memantau perkembangan kasus tersebut dengan saksama di tengah kekhawatiran bahwa insiden itu dapat menyebabkan penyebaran pes pneumonik.

Namun, ia mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir.

Perempuan yang meninggal itu, yang disebut media Rusia bernama depan Daria dan berusia akhir 20-an, baru-baru ini mengunjungi wilayah Buryatia di perbatasan dengan Mongolia.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengumumkan penyebab kematian perempuan itu sebagai "pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui".

Ia mengatakan "tidak ditemukan mikroorganisme" yang berkaitan dengan pekerjaannya dalam "sampel biologisnya".