NADIKABAR.COM — Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen, saat Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng, Selasa (29/9).
Menurut Taj Yasin, walaupun angka kemiskinan Jawa Tengah mengalami penurunan, capaian tersebut perlu terus diperkuat melalui pembenahan data dan intervensi yang lebih terarah.
"Di kecamatan kita mana yang paling miskin? Kita kecilkan lagi di kecamatan itu desanya mana. Di situ kita tugaskan OPD kita," katanya, dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Taj Yasin menilai pendampingan tersebut harus dilakukan secara lintas sektor. OPD yang mendapat tugas tidak harus menyelesaikan persoalan kemiskinan sendirian, tetapi menjadi koordinator untuk menghubungkan kebutuhan desa dengan program OPD lainnya.
"Mereka sifatnya menjadi coordinator, supaya program itu bisa berjalan semuanya di desa-desa tersebut," ujarnya.
Taj Yasin mengatakan pentingnya pemutakhiran data kemiskinan secara berkala agar perubahan kondisi masyarakat dapat segera tercatat.