"Penelitian kami menunjukkan bahwa batu-batu ini tidak sekadar diambil dari sumber terdekat yang tersedia, batu-batu tersebut sengaja dipilih dari lanskap yang sulit dijangkau, berjarak 18 kilometer," kata Clarke dikutip dari Phys.
Menurutnya, pemindahan setiap batu dengan bobot lebih dari 25 ton tentu membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan kemampuan teknis yang besar.
"Setiap batu memiliki berat lebih dari 25 ton, sehingga memindahkannya membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan keterampilan teknik yang luar biasa," ujarnya .
Clarke menduga lokasi asal batu kemungkinan memiliki arti tertentu bagi masyarakat yang membangun monumen tersebut
"Ini menunjukkan masyarakat prasejarah mementingkan terhadap lanskap itu sendiri. Ini bukan sekadar soal kemudahan, lokasi asal batu kemungkinan memiliki makna bagi mereka," katanya.
Devil's Arrows memperlihatkan kemampuan masyarakat prasejarah dalam memindahkan material berukuran sangat besar. Monumen tersebut juga dapat menjadi petunjuk mengenai bagaimana mereka memandang lanskap di sekitarnya.
Selama ini, terdapat perdebatan mengenai bagaimana batu-batu raksasa tersebut bisa berada di dekat Boroughbridge. Salah satu kemungkinan yang pernah dipertimbangkan adalah batu dibawa oleh pergerakan gletser pada zaman es.
Penelitian terbaru memberikan bukti yang mendukung skenario berbeda. Tim menggunakan metode pengambilan sampel dengan dampak sangat rendah. Mereka memakai selotip perekat untuk mengambil butiran mineral berukuran sangat kecil dari permukaan batu tanpa merusak monumen.Butiran tersebut kemudian dianalisis untuk mendapatkan semacam "sidik jari" usia mineral. Hasilnya dibandingkan dengan batuan dari sejumlah lokasi yang diduga sebagai sumber.
Pencocokan tersebut menunjukkan kesesuaian dengan batuan di Brimham Rocks. Hasil analisis juga menyingkirkan proses alami seperti pergerakan gletser sebagai penjelasan utama keberadaan batu-batu tersebut di lokasi Devil's Arrows.
Temuan tersebut memperkuat kesimpulan bahwa masyarakat prasejarah memang secara sengaja mengangkut batu-batu itu.
Penelitian ini juga membawa temuan menarik lain. Devil's Arrows saat ini dikenal melalui tiga batu tegak yang masih berdiri. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa dahulu terdapat batu keempat.