University of York menyebut penelitian tersebut juga mengonfirmasi dugaan lama bahwa batu keempat yang dianggap hilang kemungkinan masih berada di sekitar kawasan tersebut. Batu itu diduga telah digunakan kembali dan kini berbentuk salib batu di desa Aldborough.

Temuan tersebut memperkuat teori abad ke-19 serta cerita lokal mengenai keberadaan batu keempat Devil's Arrows.

Jejak monumen prasejarah itu ternyata tidak seluruhnya hilang, sebagian materialnya kemungkinan bertahan hingga sekarang setelah mengalami perubahan bentuk dan fungsi.

Meski asal batu kini berhasil diketahui, penelitian tersebut belum sepenuhnya menjawab bagaimana masyarakat prasejarah memindahkan batu-batu seberat itu sejauh 18 km. Proses tersebut membutuhkan upaya kerja sama yang sangat besar. Batu harus diambil dari sumbernya, dipindahkan melintasi bentang alam, kemudian didirikan secara vertikal di lokasi monumen.

Arkeolog dari University of York, Dr Jim Leary, mengatakan hasil penelitian menunjukkan masyarakat prasejarah membuat pilihan yang disengaja mengenai sumber batu yang mereka gunakan.

Menurutnya, temuan tersebut memperlihatkan pentingnya lanskap dan kemungkinan sistem kepercayaan bersama, sekaligus menunjukkan besarnya usaha yang diperlukan untuk memindahkan dan mendirikan batu berukuran raksasa.

"Temuan ini menunjukkan bahwa komunitas pada masa itu membuat pilihan yang disengaja dan memiliki makna mengenai dari mana batu-batu mereka berasal," kata Leary.

Para peneliti belum berhenti pada penemuan sumber batu. Tim berencana menerapkan metode noninvasif yang sama pada batu-batu tegak prasejarah lainnya yang belum diketahui asal-usulnya.

Mereka juga akan melakukan penggalian secara terarah di lokasi Devil's Arrows dan kawasan sumber batu yang baru diidentifikasi.

"Langkah-langkah berikutnya dapat membantu kita memahami dengan lebih baik kapan batu-batu tersebut dipindahkan dan bagaimana monumen luar biasa ini dibangun," kata Clarke.

Penelitian lanjutan diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai waktu pemindahan batu sekaligus cara masyarakat prasejarah mengangkut material raksasa tersebut.