Berkat adanya drone ini, satu karung dapat diangkut dalam waktu kurang dari 10 menit untuk sekali perjalanan pulang pergi, dibandingkan dengan lebih dari 40 menit secara manual. Biaya operasional drone juga lebih rendah daripada upah pekerja.
Upaya untuk mengurangi tenaga kerja juga mencakup proses budi daya padi.Tahun ini, Niujiaozhai di wilayah Yuanyang menguji coba teknologi penanaman padi perenial dengan lembaran kertas yang telah ditanami benih yang dikembangkan oleh Universitas Yunnan.Benih-benih padi itu terlebih dahulu ditempatkan pada lembaran kertas yang dapat terurai secara alami (biodegradable), kemudian lembaran tersebut langsung diletakkan di lahan sawah.Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan dua atau tiga orang selama sehari penuh untuk memindahkan bibit padi, kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu dua hingga tiga jam. Meskipun berbagai teknologi telah diterapkan, pekerjaan manual tetap dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan parit dan sistem irigasi, pengerukan sawah, serta pemeliharaan rutin.Selain itu, daerah tersebut berhasil memadukan pertanian terasering khasnya dengan pariwisata dan e-commerce produk pertanian, sehingga menciptakan banyak lapangan kerja, dan sejumlah besar pekerja migran pun pulang ke kampung halaman karena kini dapat mencari nafkah dekat dengan rumah. Koperasi perdesaan didirikan untuk mengoordinasikan bisnis serta memperluas penjualan produk pertanian, sehingga turut meningkatkan pendapatan petani setempat.Pu Wei, seorang teknisi pertanian yang memiliki pengalaman 26 tahun di daerah tersebut, mengatakan bahwa varietas padi baru, teknologi inovatif, serta sistem pertanian terpadu padi-ikan-bebek merupakan berbagai upaya untuk membantu petani mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan.