Meskipun berbagai teknologi telah diterapkan, pekerjaan manual tetap dibutuhkan untuk melakukan pemeriksaan parit dan sistem irigasi, pengerukan sawah, serta pemeliharaan rutin.Selain itu, daerah tersebut berhasil memadukan pertanian terasering khasnya dengan pariwisata dan e-commerce produk pertanian, sehingga menciptakan banyak lapangan kerja, dan sejumlah besar pekerja migran pun pulang ke kampung halaman karena kini dapat mencari nafkah dekat dengan rumah.Koperasi perdesaan didirikan untuk mengoordinasikan bisnis serta memperluas penjualan produk pertanian, sehingga turut meningkatkan pendapatan petani setempat. Lu Zhengxing, warga setempat di Yuanyang, masih ingat saat dia bermigrasi untuk mencari kerja pada 2005 dengan hanya berbekal uang 40 yuan, atau setara sekitar 62 yuan (1 yuan = Rp2.666) dalam nilai saat ini."Pakai bus saja menghabiskan 35 yuan. Saya tak sanggup menahan tangis di bus. Waktu itu usia saya belum genap 20 tahun," kenang Lu.
Teknologi modern, ketekunan masyarakatnya, dan kebijakan yang mendukung turut membuat terasering yang berusia ribuan tahun di Yunnan semakin bersinar di masa kini.