NADIKABAR.COM — Pengembangan teknologi pengolahan sampah di sumbernya dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mendukung penerapan ekonomi sirkular di Indonesia.
Direktur PT Wannan Inti Teknologi (WIT) Jeremy Wijaya menyatakan pengelolaan sampah organik tidak hanya berfokus pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi juga mencakup upaya mengolah dan memanfaatkan kembali material yang masih bernilai.
"Untuk itu, diperlukan solusi pengolahan yang dapat mengurangi massa sampah sekaligus membuka peluang pemanfaatan hasil olahan," ujar Jeremy Wijaya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Dia memaparkan teknologi biochemical chamber sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah organik, mulai dari skala usaha hingga industri.
Mengutip data, dia menyebutkan Pulau Jawa menyumbang sekitar 58,7 persen dari total timbunan sampah nasional. Di tengah tantangan ini, pengolahan sampah organik di lokasi sumbernya, seperti hotel, restoran, industri makanan dan minuman, serta kawasan komersial, menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi beban penanganan sampah konvensional.