Sampah organik memiliki karakteristik yang membutuhkan penanganan khusus, antara lain kadar air yang tinggi dan potensi menimbulkan bau selama proses penguraian.
Namun, lanjutnya dengan pengelolaan yang tepat, material tersebut juga berpotensi diolah menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Jeremy memperkenalkan sistem pengolahan terintegrasi yang mencakup pemilahan serta pengolahan fraksi padat menggunakan mesin biochemical chamber.
Teknologi ini tersedia dalam variasi kapasitas input mulai dari 30 kilogram hingga 120 ton per hari, bergantung pada model dan spesifikasi unit.
βDengan mesin biochemical chamber, dalam 1 x 24 jam reduksi massanya mencapai 80 persen. Hasil dari reduksi massa itu bisa digunakan untuk media tanam, membantu menstabilkan pH tanah, meningkatkan unsur hara, serta mendukung reklamasi lahan,β kata Jeremy.