NADIKABAR.COM — Pemulihan hunian masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, memasuki fase baru dengan pembangunan 178 hunian tetap (huntap) relokasi terpusat di Gampong Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka. Huntap dibangun di atas lahan sekitar 10 hektare menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dirancang tahan gempa serta dapat mempercepat proses konstruksi.

Dimulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama pada Kamis (8/10) kemarin. Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Ronny Hutahayan, mengatakan percepatan pembangunan diarahkan agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara.

"Harapan kita sederhana bahwa rumah-rumah ini bisa selesai dengan baik, aman untuk ditempati, dan masyarakat tidak perlu lagi berlama-lama tinggal dalam hunian sementara," kata Ronny dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).

Pembangunan tidak hanya mencakup rumah, tetapi juga prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). Jalan lingkungan, listrik, air bersih, dan fasilitas pendukung lainnya disiapkan agar kawasan dapat langsung berfungsi ketika masyarakat mulai menempati hunian.

Teknologi RISHA dipilih karena menggunakan sistem komponen pracetak sehingga pembangunan tidak perlu menunggu proses pengerasan struktur beton konvensional. Metode tersebut mendukung pekerjaan yang lebih cepat dan efisien tanpa mengurangi standar mutu, keamanan, serta kenyamanan bangunan.