Kepala Pos Komando Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh, Safrizal Z.A., mengatakan groundbreaking tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan tonggak dimulainya pembangunan kehidupan yang lebih permanen bagi masyarakat.
"Groundbreaking hari ini bukan hanya peletakan batu pertama. Kita sedang menandai peralihan dari penanganan kedaruratan menuju rekonstruksi kehidupan yang lebih permanen," ujar Safrizal.
Safrizal menegaskan percepatan tidak boleh mengorbankan kepastian lahan, kualitas bangunan, kesiapan PSU, dan akuntabilitas pelaksanaan.
"Saya ingin menekankan dua kata: cepat dan pasti. Cepat dalam pembangunan. Pasti dalam lahan. Pasti dalam kualitas. Pasti dalam PSU, dan pasti dalam manfaat yang diterima masyarakat. Prinsipnya No Fraud and No Corruption," katanya.