"Saya menolak dikasih uang lebih. Karena memang tujuan saya posting di media sosial bukan untuk mendapatkan uang lebih, tetapi supaya banyak yang tahu dan kasus ini dapat atensi serta diproses," katanya.
Menurut Krisitiani, pengalamannya harus diunggah ke media sosial agar jadi atensi dan pelaku diproses serta tidak terulang ke orang lain. Sebab menurutnya pungli di kepolisian sudah menjadi rahasia umum di masyarakat.
"Karena saya pikir kalau nggak viral akan senyap gitu aja, dan kejadian seperti ini akan terus berlanjut," tutur Kristiani.
Motor Kristiani sendiri telah diambil setelah pengalamannya jadi korban pungli polisi viral di media sosial. Tak hanya itu, uangnya Rp 1 juta yang sempat ditransfer juga telah dikembalikan kepadanya.
"Sudah. Kendaraannya sudah saya ambil, sudah saya bawa juga hari ini," ujarnya.
Motor dan uangnya itu dikembalikan setelah ia dari Polsek Dukuh Pakis lalu diundang Luthfie ke Mapolrestabes Surabaya. Di sana, ia menyebut Luthfie sempat meminta maaf atas ulah anak buahnya dan akan menindak tegas.
"Setelah itu, saya diajak ke Polrestabes Surabaya untuk menemui Bapak Kapolres, Bapak Luthfie. Dan beliau menyampaikan permohonan maaf atas yang terjadi. Dan beliau juga menyampaikan akan menindak tegas kejadian ini," lanjutnya.